Hank Snow | Terjemahan Lagu: The Blue Velvet Band

Terjemahan Lirik Hank Snow - The Blue Velvet Band

If you listen a story I'll tell you,
Jika Anda mendengarkan sebuah cerita yang akan saya ceritakan,
Of a girl who once lived in this land
Dari seorang gadis yang pernah tinggal di negeri ini
A girl who was once my sweetheart,
Seorang gadis yang pernah sayangku,
She was know as The Blue Velvet Band.
Dia dikenal sebagai The Blue Velvet Band.


On her cheeks was the first flush of nature,
Di pipinya adalah flush pertama alam,
Her beauty, it seemed to expand,
Keindahannya, sepertinya meluas,
Her hair hung down in long tresses,
Rambutnya menggantung di rambut panjang,
Tied back with a blue velvet band.
Diikat kembali dengan pita beludru biru.


I can still see those tears as we parted,
Aku masih bisa melihat air mata saat kita berpisah,
Of my heart broken Blue Velvet Band
Hatiku patah hati karena band Velvet Biru
As I left I told her I'd never
Saat aku pergi aku mengatakan padanya aku tidak akan pernah
Come back to my old home again.
Kembalilah ke rumah lamaku lagi.


Five years on the wide open spaces
Lima tahun di ruang terbuka lebar
Was all that my poor heart could stand,
Apakah semua itu hati saya yang malang bisa berdiri,
Every night as I lay on my pillow,
Setiap malam saat aku berbaring di bantalku,
I would dream of my Blue Velvet Band.
Saya akan bermimpi tentang Band Velvet Biru saya.


Then one night as I lay down dreaming
Lalu suatu malam saat aku berbaring bermimpi
Of home and poor mother and dad,
Dari rumah dan ibu dan ayah yang malang,
Like a flash by my bedside was standing
Seperti kilasan di samping tempat tidurku berdiri
The form of my Blue Velvet Band.
Bentuk Band Velvet Biru saya.


I started next day for my darling,
Saya memulai hari berikutnya untuk sayangku,
Just to go back and make her my bride
Hanya untuk kembali dan membuatnya menjadi istriku
But as I reached the old country depot,
Tapi saat sampai di depot negara tua,
They told my my sweet heart has died.
Mereka mengatakan bahwa hati saya yang manis telah meninggal.


They laid her to rest in the churchyard,
Mereka membaringkannya di halaman gereja,
Midst the sweet summer flowers of the land
Di tengah bunga musim panas yang manis di tanah
On her finger the ring I had bought her,
Di jarinya cincin yang kubeli,
On her head was a blue velvet band.
Di kepalanya ada band beledu biru.