The Vamps | Terjemahan Lagu: Talk Later

The Vamps - LaguTalk Later Lirik Terjemahan

Looking in the mirror and all I see is liquor Wishin’ I was somewhere else
Melihat ke cermin dan yang saya lihat hanyalah minuman keras. Saya berada di tempat lain
Pushin’ through the bodies ’cause I only want your body
 Pushin ‘melalui tubuh karena aku hanya ingin tubuhmu
Wish I didn’t look like hell
 Seandainya aku tidak terlihat seperti neraka
 
I get confused
 saya bingung
Putting labels on things makes ’em complicated
 Menempatkan label pada hal-hal membuat mereka rumit
Don’t think, just do
 Jangan berpikir, lakukan saja
When the music gets too loud it’s hard to say it
 Ketika musik menjadi terlalu keras, sulit untuk mengatakannya
 
So can we talk later
 Jadi bisakah kita bicara nanti
Then you can tell me what you want
 Maka Anda dapat memberi tahu saya apa yang Anda inginkan
When we ain’t faded
 Ketika kita tidak memudar
‘Cause right now there’s smoke in our lungs
 Karena sekarang ada asap di paru-paru kita
After we’re naked
 Setelah kita telanjang
When your body say just what it wants
 Ketika tubuh Anda mengatakan apa yang diinginkannya
Can we talk, can we talk, can we talk, can we talk
 Bisakah kita bicara, bisakah kita bicara, bisakah kita bicara, bisakah kita bicara
 
Spendin’ half my night misreading all the signs
 Belanjakan setengah malam saya salah baca semua tanda
I thought you wanted someone else
 Saya pikir Anda menginginkan orang lain
But in the hotel lobby you tell me that you want me
 Tetapi di lobi hotel Anda mengatakan bahwa Anda menginginkan saya
I wish I didn’t look like hell
 Saya berharap saya tidak terlihat seperti neraka
 
I get confused
 saya bingung
Putting labels on things makes ’em complicated
 Menempatkan label pada hal-hal membuat mereka rumit
Don’t think, just do
 Jangan berpikir, lakukan saja
When the music gets too loud it’s hard to say it
 Ketika musik menjadi terlalu keras, sulit untuk mengatakannya
 
So can we talk later
 Jadi bisakah kita bicara nanti
Then you can tell me what you want
 Maka Anda dapat memberi tahu saya apa yang Anda inginkan
When we ain’t faded
 Ketika kita tidak memudar
‘Cause right now there’s smoke in our lungs
 Karena sekarang ada asap di paru-paru kita
After we’re naked
 Setelah kita telanjang
When your body say just what it wants
 Ketika tubuh Anda mengatakan apa yang diinginkannya
Can we talk, can we talk, can we talk, can we talk
 Bisakah kita bicara, bisakah kita bicara, bisakah kita bicara, bisakah kita bicara
Can we talk, talk, talk
 Bisakah kita bicara, bicara, bicara
 
After the music dies
 Setelah musik mati
When we’re back at mine
 Ketika kita kembali pada saya
Under faded lights
 Di bawah lampu pudar
Can we talk, talk, talk
 Bisakah kita bicara, bicara, bicara
After the music dies
 Setelah musik mati
When we’re back at mine
 Ketika kita kembali pada saya
Under faded lights
 Di bawah lampu pudar
 
Looking in the mirror, my vision’s getting clearer
 Melihat ke cermin, visi saya menjadi lebih jelas
So we should go somewhere else
 Jadi kita harus pergi ke tempat lain
 
Where we can talk later
 Di mana kita bisa bicara nanti
Then you can tell me what you want
 Maka Anda dapat memberi tahu saya apa yang Anda inginkan
If we’re still faded
 Jika kita masih pudar
From all this smoke in our lungs
 Dari semua asap ini di paru-paru kita
We can get naked
 Kita bisa telanjang
Let your body tell me more than once
 Biarkan tubuhmu memberitahuku lebih dari satu kali
Can we talk, can we talk, can we talk, can we talk
 Bisakah kita bicara, bisakah kita bicara, bisakah kita bicara, bisakah kita bicara
Can we talk, talk, talk
 Bisakah kita bicara, bicara, bicara
 
After the music dies
 Setelah musik mati
When we’re back at mine
 Ketika kita kembali pada saya
Under faded lights
 Di bawah lampu pudar
Can we talk, talk, talk
 Bisakah kita bicara, bicara, bicara
After the music dies
 Setelah musik mati
When we’re back at mine
 Ketika kita kembali pada saya
Can we talk, can we talk, can we talk, can we talk
 Bisakah kita bicara, bisakah kita bicara, bisakah kita bicara, bisakah kita bicara
Later
 Kemudian