Amon Amarth | Terjemahan Lagu: Ride For Vengeance

Amon Amarth - Ride For Vengeance Lirik Terjemahan

As his life's blood leaving
Seperti darah hidupnya yang tersisa
I hold my son, my only son
Aku memegang anakku, anakku satu-satunya
And tears fill my burning eyes
Dan air mata memenuhi mataku yang panas
While his skin turns pale as snow
Sementara kulitnya menjadi pucat seperti salju
Butchered lies here bleeding in my arms
Butchered terbaring di sini berdarah di pelukanku
Slewn by the men of the single god
Tergelincir oleh orang-orang dari tuhan tunggal
Hatred burns in my chest
Kebencian membakar luka di dadaku


Rain falls from a raging heaven
Hujan turun dari surga yang mengamuk
The wind howls like wolves at the moon
Angin bergetar seperti serigala di bulan
I will seek my vengeance for my son
Aku akan membalas dendam untuk anakku
I swear I'll avenge my first born one
Saya bersumpah akan membalas dendam anak sulung saya


I ride fast through the woods
Aku naik dengan cepat melewati hutan
My friends are by my side
Teman-temanku ada di sisiku
Dark hatred burns in my eyes
Kebencian gelap membakar mataku
“Slaves of hvitekrist today you die!”
“Budak hvitekrist hari ini kamu mati!”


“Maktiga gudar, i gyllene slaen.
“Maktiga gudar, saya gyllene slaen.
Hjalp mig i striden mot sondraparna,
Hjalp mig saya striden mot sondraparna,
Den hoge skall for huggen hamnas
Den hoge skall untuk huggen hamnas
Och blod skall galdas i blod.”
Och blod skall galdas saya blod. “


Our cloaks fly in the wind
Jubah kami terbang di atas angin
As we ride in the cold dark night
Saat kita berjalan di malam yang gelap dan dingin
We're closing in on our enemies
Kita mendekati musuh kita
We rage in our hearts burning bright
Kami mengamuk di dalam hati kami yang menyala terang


The clouds scatter in the northern wind
Awan menyebar di angin utara
A full moon rides the pitch black sky
Sebuah bulan purnama mengendarai langit hitam pekat
“Now, hounds of Hvitekrist,
“Sekarang, anjing Hvitekrist,
Your time has come to die!
Waktumu telah tiba!
Kneel before my sword!
Berlututlah di depan pedangku!
No mercy! Your time has come to die!
Tanpa belas kasihan! Waktumu telah tiba!
This is the ride for vengeance!”
Inilah tumpangan untuk membalas dendam! “