R.E.M. | Terjemahan Lagu: Final Straw

lagu R.E.M. - Terjemahan Lirik Final Straw

“As I raise my head to broadcast my objection
“Saat saya mengangkat kepala untuk menyiarkan keberatan saya
As your latest triumph draws the final straw
Sebagai kemenangan terakhir Anda menarik jerami terakhir
Who died and lifted you up to perfection?
Siapa yang meninggal dan mengangkatmu sampai sempurna?
And what silenced me is written into law.
Dan yang membungkam saya ditulis menjadi undang-undang.


I can't believe where circumstance has thrown me
Saya tidak percaya dimana keadaan telah melontarkan saya
And I turn my head away
Dan aku memalingkan kepalaku
If I look I'm not sure that I could face you.
Jika saya melihat, saya tidak yakin bahwa saya bisa menghadap Anda.
Not again. Not today. Not today.
Jangan lagi. Tidak hari ini. Tidak hari ini.


If hatred makes a play on me tomorrow
Jika kebencian membuatku bermain besok
And forgiveness takes a back seat to revenge
Dan pengampunan mengambil tempat duduk belakang untuk membalas dendam
There's a hurt down deep that has not been corrected
Ada luka di dalam yang belum diperbaiki
There's a voice in me that says you will not win.
Ada suara di dalam diriku yang mengatakan bahwa kamu tidak akan menang.


And if I ignore the voice inside,
Dan jika saya mengabaikan suara di dalam,
Raise a half glass to my home.
Angkat setengah gelas ke rumah saya.
But it's there that I am most afraid,
Tapi di sanalah aku paling takut,
And forgetting doesn't hold.
Dan lupa tidak tahan.


It doesn't hold. Now I don't believe and I never did
Itu tidak tahan. Sekarang saya tidak percaya dan saya tidak pernah melakukannya
That two wrongs make a right.
Bahwa dua kesalahan membuat hak.
If the world were filled with the likes of you
Jika dunia dipenuhi orang seperti Anda
Then I'm putting up a fight. Putting up a fight.
Lalu aku bertengkar. Melawan sebuah perkelahian.
Putting up a fight. Make it right. Make it right.
Melawan sebuah perkelahian. Perbaiki itu. Perbaiki itu.


Now love cannot be called into question.
Sekarang cinta tidak bisa dipertanyakan.
Forgiveness is the only hope I hold.
Pengampunan adalah satu-satunya harapan yang saya pegang.
And love– love will be my strongest weapon.
Dan cinta – cinta akan menjadi senjata terkuatku.
I do believe that I am not alone.
Saya percaya bahwa saya tidak sendiri.


For this fear will not destroy me.
Karena ketakutan ini tidak akan menghancurkan saya.
And the tears that have been shed
Dan air mata yang telah ditumpahkan
It's knowing now where I am weakest
Sekarang saya tahu dimana saya paling lemah
And the voice in my head. In my head.
Dan suara di kepalaku. Di kepalaku


Then I raise my voice up higher
Lalu aku meninggikan suaraku lebih tinggi
And I look you in the eye
Dan aku menatap matamu
And I offer love with one condition.
Dan aku menawarkan cinta dengan satu syarat.
With conviction, tell me why.
Dengan keyakinan, katakan padaku mengapa.
Tell me why.
Katakan kenapa.
Tell me why.
Katakan kenapa.
Look me in the eye.
Lihatlah mataku.
Tell me why.”
Katakan kenapa. “